Membedakan Craving dan Food Craving Apa Bedanya?
Sering kali, kita merasa tiba-tiba menginginkan makanan tertentu, atau bahkan merasa sulit menahan keinginan untuk makan sesuatu yang spesifik. Ini disebut craving. Namun, ada beberapa kebingungannya. Apakah Craving dan Food Craving ini sama? Untuk memahami perbedaan keduanya, mari kita telaah lebih jauh tentang masing-masing istilah tersebut.
Apa itu Craving?
Secara umum, craving adalah keinginan atau hasrat yang kuat terhadap sesuatu, baik itu makanan, minuman, aktivitas, atau bahkan pengalaman tertentu. Keinginan ini muncul sebagai dorongan mendalam, dan terkadang kita merasa sulit mengontrolnya. Craving bisa bersifat fisik atau psikologis, tergantung pada faktor pemicunya.
Misalnya, seseorang mungkin merasa sangat ingin berbelanja, menonton film, atau bahkan mendengarkan musik tertentu. Rasa ingin ini biasanya muncul karena emosi atau kondisi psikologis tertentu yang memengaruhi perilaku seseorang. Dalam konteks ini, craving tidak selalu terkait dengan makanan, namun lebih luas dalam pengertian keinginan manusia yang beragam.
Apa itu Food Craving?
Sementara itu, food craving adalah jenis craving yang lebih spesifik, yaitu keinginan kuat terhadap makanan atau minuman tertentu. Food craving sering kali terjadi saat kita merasa lapar, bosan, stres, atau bahkan ketika kita terpapar aroma atau gambar makanan yang menggugah selera. Perasaan ini lebih mengarah pada kebutuhan tubuh atau otak untuk mendapatkan zat tertentu yang terkandung dalam makanan tersebut.
Juga sering di aitkan dengan pengaruh hormon. Misalnya, saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol, yang dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan manis atau berlemak, karena tubuh secara alamiah mencari cara untuk mengurangi stres. Selain itu, pada periode menstruasi, wanita sering mengalami food craving, terutama terhadap cokelat atau makanan yang mengandung banyak karbohidrat, yang dipercaya terkait dengan fluktuasi hormon.
Bedanya Craving dan Food Craving
Meskipun kedua istilah ini sering kali di gunakan secara bergantian, ada beberapa perbedaan penting antara craving secara umum dan food craving yang lebih spesifik.
-
Jenis Keinginan: bisa merujuk pada keinginan terhadap berbagai hal, seperti aktivitas, pengalaman, atau benda tertentu, sedangkan food craving hanya merujuk pada keinginan terhadap makanan atau minuman tertentu.
-
Penyebab: umumnya di picu oleh kondisi emosional atau psikologis, seperti kebosanan, stres, atau keinginan untuk merasakan kenikmatan atau kepuasan tertentu. Sementara itu, food craving lebih sering di picu oleh faktor fisik, seperti rasa lapar, kebutuhan tubuh akan nutrisi tertentu, atau perubahan hormon.
-
Faktor Psikologis dan Fisiologis: secara umum lebih mengarah pada faktor psikologis, sedangkan food craving memiliki keterkaitan lebih kuat dengan aspek fisiologis tubuh, seperti keseimbangan gula darah, pengaruh hormon, atau sinyal dari tubuh yang menginginkan makanan tertentu.
-
Frekuensi dan Durasi: cenderung lebih spesifik dan lebih sering terjadi dalam jangka pendek, seperti saat seseorang merasa ingin makan cokelat setelah seharian bekerja keras. Di sisi lain, craving secara umum bisa berlangsung lebih lama dan tidak selalu berhubungan dengan kebutuhan fisik atau nutrisi.
Mengapa Kita Mengalami Food Craving?
Food craving dapat terjadi karena berbagai alasan, baik fisik maupun psikologis. Beberapa faktor yang dapat memicu food craving antara lain:
-
Kebutuhan Nutrisi: Kadang-kadang tubuh menginginkan makanan tertentu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Misalnya, jika tubuh kekurangan magnesium, seseorang mungkin merasa ingin makan cokelat, yang kaya akan mineral tersebut.
-
Stres: Ketika kita merasa tertekan, tubuh merespons dengan melepaskan hormon kortisol, yang dapat memicu keinginan untuk makan makanan manis atau berlemak sebagai bentuk kenyamanan emosional.
-
Fluktuasi Hormon: Pada wanita, perubahan hormon selama menstruasi atau kehamilan dapat menyebabkan peningkatan food craving terhadap makanan tertentu, seperti makanan berkarbohidrat atau manis.
-
Kebiasaan atau Paparan Lingkungan: Mengalami juga bisa di pengaruhi oleh kebiasaan atau bahkan pengaruh lingkungan. Melihat gambar makanan, iklan, atau aroma dari makanan tertentu dapat merangsang keinginan untuk makan.
Bagaimana Cara Mengelola?
Memerlukan kesadaran diri dan kontrol. Berikut beberapa tips untuk mengelola keduanya:
-
Kenali Penyebabnya: Cobalah untuk mengenali apakah craving yang muncul di sebabkan oleh faktor emosional, psikologis, atau fisik. Dengan memahami akar masalahnya, Anda bisa lebih mudah menghadapinya.
-
Penuhi Kebutuhan Nutrisi: Jika muncul karena kekurangan nutrisi tertentu, pastikan Anda makan makanan yang sehat dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
-
Kurangi Stres: Berlatih teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau olahraga dapat membantu mengurangi stres, sehingga mencegah yang berhubungan dengan perasaan cemas atau tertekan.
-
Distraksi Positif: Alihkan perhatian Anda dengan kegiatan lain yang menyenangkan, seperti berolahraga, membaca, atau berbicara dengan teman. Ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan makanan tertentu yang tidak perlu.
Baca juga: Mobil Terlaris Tahun Ini Siapa yang Mendominasi Pasar
Penting untuk memahami alasan di balik keinginan tersebut. Meskipun keduanya melibatkan dorongan kuat untuk mendapatkan sesuatu, food craving lebih terfokus pada makanan atau minuman, sementara craving bisa lebih luas mencakup berbagai hal. Menyadari apa yang memicu craving Anda dan cara mengelolanya bisa membantu menjaga keseimbangan fisik dan emosional. Dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat mengurangi frekuensi dan memastikan bahwa keinginan Anda lebih sehat dan terkendali.

